Kayuagung, Pelopor Sumatera. com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelayanan publik berbasis kemudahan dan pemerataan. Melalui inovasi Pelayanan Terpadu, Pemkab OKI, menghadirkan berbagai layanan administrasi dan kesehatan langsung di tingkat kecamatan agar masyarakat tak lagi harus jauh-jauh ke pusat pemerintahan.
Kegiatan terbaru berlangsung di Kecamatan Mesuji Raya. Sejak pagi, balai kecamatan tampak dipadati warga yang datang untuk mengurus dokumen kependudukan, layanan BPJS Kesehatan, hingga pemeriksaan kesehatan gratis. Suasana ramai dan penuh interaksi positif antara petugas dan masyarakat menandai antusiasme tinggi terhadap program ini.
Siti Rahmah (42), warga Desa Balian Makmur, mengaku lega karena bisa menyelesaikan pengurusan kartu keluarga dan pendaftaran BPJS dalam satu kali kunjungan.
“Biasanya kalau mau urus KK atau BPJS harus ke Kayuagung, jauh dan butuh ongkos. Sekarang bisa di sini, cepat dan pelayanannya ramah,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan Rudi Hartono (35), warga Desa Embacang Permai, yang memanfaatkan layanan untuk mengurus akta kelahiran anaknya.
“Dulu saya harus cuti kerja kalau mau ke kabupaten. Sekarang cukup datang ke kecamatan, semua selesai dalam hitungan jam. Ini sangat membantu masyarakat kecil seperti kami,” kata Rudi.
Selain administrasi kependudukan, masyarakat juga mendapatkan layanan kesehatan gratis. Pemeriksaan tekanan darah, konsultasi medis, hingga sosialisasi manfaat BPJS menjadi bagian dari agenda pelayanan terpadu.
“Cukup menunjukkan KTP saja sudah bisa diperiksa. Petugasnya juga sabar dan menjelaskan dengan rinci,” ungkap Ahmad Fauzi (50), warga Desa Mataram Jaya.
Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, menuturkan bahwa Pelayanan Terpadu merupakan langkah konkret Pemkab OKI dalam memperkuat akses layanan publik yang cepat, mudah, dan merata.
“Tujuan utama kami adalah menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Dengan kegiatan ini, warga Mesuji Raya tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh hanya untuk urusan administrasi,” kata Muchendi saat membuka kegiatan, Senin (27/10).
Dia menambahkan, Pemkab OKI akan memperluas cakupan pelayanan terpadu ke wilayah lain, khususnya daerah yang jauh dari pusat pemerintahan.
“Ke depan, kami upayakan agar pelayanan administrasi di kecamatan bisa berjalan secara berkelanjutan. Prinsip kami, seluruh masyarakat OKI harus mendapat hak pelayanan yang sama,” tegasnya.
Inovasi pelayanan ini dinilai sejalan dengan semangat reformasi birokrasi nasional yang menekankan pelayanan publik yang cepat, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pendekatan jemput bola yang dilakukan Pemkab OKI menjadi contoh nyata bahwa pemerintahan yang proaktif dan dekat dengan warga dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah daerah. (sbn/real)
