Kayuagung, Pelopor Sumatera.com — Pembelajaran berbasis Teaching Factory (TEFA) dan rencana pendirian Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) menjadi dua program prioritas yang akan segera dijalankan di SMK Negeri 2 Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, di bawah kepemimpinan Dian Nurdianto selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah.
Sebagai pendidik berpengalaman, Dian Nurdianto menegaskan komitmennya untuk mendorong SMKN 2 Kayuagung menjadi sekolah vokasi yang adaptif, produktif, dan relevan dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
“Pembelajaran Teaching Factory akan menjadi penguatan utama di SMKN 2 Kayuagung. Melalui TEFA, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung terlibat dalam proses produksi nyata sesuai standar industri,” ujar Dian Nurdianto.
Teaching Factory Jadi Prioritas Pembelajaran Vokasi

Melalui implementasi TEFA, proses pembelajaran di SMKN 2 Kayuagung akan mengintegrasikan kegiatan produksi barang dan jasa ke dalam lingkungan sekolah. Pola ini dirancang menyerupai kondisi industri sesungguhnya, sehingga siswa terbiasa dengan standar kerja profesional sejak dini.
Dian menjelaskan, siswa akan belajar sambil memproduksi, mulai dari perencanaan, proses kerja, pengendalian mutu, hingga pemasaran produk. Hasil produksi tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi bagi operasional sekolah.
“Tujuan utama TEFA adalah menjembatani kesenjangan kompetensi. Kami ingin lulusan SMKN 2 Kayuagung memiliki hard skills dan soft skills yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja,” tegasnya.

Pendirian BLUD Dorong Kemandirian Sekolah

Selain TEFA, Dian Nurdianto juga memprioritaskan pendirian BLUD di SMKN 2 Kayuagung. Menurutnya, BLUD menjadi instrumen strategis untuk mendukung pengelolaan keuangan sekolah yang lebih fleksibel, profesional, dan mandiri.
Dengan skema BLUD, sekolah dapat mengelola pendapatan dari unit produksi atau Teaching Factory secara lebih optimal, tanpa terikat birokrasi pengelolaan keuangan daerah yang kaku, namun tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas dan transparansi.
“BLUD akan memberikan ruang bagi sekolah untuk berinovasi, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta menciptakan ekosistem pembelajaran yang bernuansa korporasi,” jelas Dian.
Dia menambahkan, keberadaan BLUD diharapkan mampu memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri dan dunia kerja, sekaligus meningkatkan daya saing lulusan.
Fokus Mutu, Karakter, dan Link and Match Industri

Di bawah kepemimpinannya, Dian Nurdianto juga menaruh perhatian besar pada peningkatan mutu pembelajaran, penguatan karakter siswa, serta penanaman etos kerja disiplin dan profesional. Guru didorong untuk terus berinovasi dalam pembelajaran berbasis praktik dan kompetensi keahlian.
Tak hanya itu, penguatan program link and match dengan dunia industri terus diupayakan melalui praktik kerja lapangan (PKL), sinkronisasi kurikulum, serta penjajakan kerja sama dengan mitra industri.
“SMK harus menjadi tempat lahirnya tenaga kerja terampil, mandiri, dan siap bersaing. Itu yang terus kami upayakan di SMKN 2 Kayuagung,” pungkasnya.
Harapan ke Depan

Dengan kepemimpinan dan visi yang jelas, kehadiran Dian Nurdianto sebagai Plt Kepala SMKN 2 Kayuagung dinilai menjadi angin segar bagi penguatan pendidikan vokasi di Kabupaten OKI. Implementasi Teaching Factory dan pendirian BLUD diharapkan mampu membawa SMKN 2 Kayuagung semakin maju dan berkontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan siap kerja. (*)
