Kayuagung, Pelopor Sumatera.com — Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah, Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memastikan pembangunan sektor pendidikan tetap berjalan secara berkelanjutan. Melalui strategi penguatan data pendidikan, kolaborasi lintas lembaga, serta sinergi dengan dunia usaha, Disdik OKI berupaya menjaga kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan OKI, Muhammad Refly, S.Sos., M.M, menyampaikan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh berdampak pada menurunnya mutu pendidikan. Oleh karena itu, pihaknya menyusun sejumlah langkah strategis yang berfokus pada optimalisasi data, kemitraan dengan pemerintah pusat, serta pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Setidaknya ada tiga langkah utama yang saat ini kami jalankan agar program pendidikan tetap berjalan optimal meski anggaran daerah terbatas,” kata Refly saat ditemui di Kayuagung.

Penguatan Data Dapodik Jadi Fondasi Utama

Langkah pertama yang menjadi fokus utama Disdik OKI adalah penguatan dan validasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Data ini menjadi dasar perencanaan kebijakan pendidikan sekaligus syarat utama dalam pengajuan berbagai program bantuan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Menurut Refly, akurasi data Dapodik sangat menentukan peluang daerah untuk memperoleh bantuan pemerintah pusat, baik dalam bentuk pembangunan fisik, revitalisasi sekolah, maupun digitalisasi pembelajaran.

“Kami secara aktif mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar benar-benar memperhatikan penginputan data Dapodik. Ini sudah kami sampaikan melalui berbagai forum, seperti K3S dan MKKS, agar data yang masuk sesuai kondisi riil di lapangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kementerian biasanya akan melakukan verifikasi data sebelum merealisasikan bantuan. Karena itu, kesesuaian antara data Dapodik dan usulan program menjadi faktor penentu.

“Kalau data valid dan sinkron, kami optimistis bisa mendapatkan bantuan revitalisasi sekolah dan program digitalisasi pendidikan dari kementerian,” ujar mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga OKI tersebut.

Sejalan dengan Arahan Bupati OKI

Penguatan Dapodik ini, lanjut Refly, sejalan dengan arahan Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, SE, M.Si, yang menekankan pentingnya data akurat sebagai dasar pembangunan sektor pendidikan.

“Bupati menekankan agar seluruh perencanaan pendidikan berbasis data. Dengan Dapodik yang terverifikasi, kita berharap bantuan pembangunan fisik untuk PAUD, SD, hingga SMP dapat terus diperoleh,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa penguatan data Dapodik telah mulai dilaksanakan secara intensif sejak akhir semester 2025, dan hasilnya mulai terlihat dari meningkatnya kesadaran satuan pendidikan dalam memperbarui data.

Selain itu, perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi sarana pendidikan juga semakin besar. Hal ini menyusul adanya penegasan dari Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menginginkan tidak ada lagi sekolah dengan kondisi bangunan rusak atau tidak layak digunakan sebagai tempat belajar.

“Ini menjadi motivasi bagi kami dan seluruh kepala sekolah untuk memastikan data kondisi sekolah benar-benar sesuai fakta,” ungkap Refly.

Ia mengapresiasi respons positif para kepala sekolah di OKI. “Alhamdulillah, kepala sekolah merespons dengan baik. Sekarang bukan hanya fokus pada akreditasi, tetapi juga pada kualitas dan validitas data Dapodik,” tambahnya.

Perluas Kolaborasi dengan UPT Kementerian

Strategi kedua yang dijalankan Disdik OKI adalah memperluas kolaborasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan. Kerja sama ini dinilai efektif dalam mendukung program peningkatan mutu pendidikan tanpa bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sejumlah UPT yang selama ini bersinergi dengan Disdik OKI antara lain Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Balai Bahasa, serta unit teknis lainnya.

“Melalui UPT kementerian, berbagai kegiatan peningkatan kompetensi guru, penguatan literasi, hingga pengembangan kurikulum dapat difasilitasi menggunakan anggaran pusat,” jelas Refly.

Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya meringankan beban anggaran daerah, tetapi juga mempercepat transfer kebijakan dan inovasi pendidikan dari pusat ke daerah.

“Dengan dukungan UPT, program pendidikan di OKI bisa lebih adaptif terhadap kebijakan nasional,” katanya.

Optimalisasi Peran CSR Perusahaan

Selain menggandeng pemerintah pusat, Disdik OKI juga mengoptimalkan peran dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kabupaten OKI yang memiliki sejumlah perusahaan besar dinilai memiliki potensi kolaborasi yang signifikan untuk mendukung sektor pendidikan.

Refly mencontohkan, pada tahun sebelumnya Disdik OKI telah melaksanakan berbagai kegiatan pendidikan, seperti bimbingan teknis, sosialisasi pembelajaran mendalam, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta pengembangan kurikulum baru, dengan dukungan CSR dari PT Sampoerna Agro, khususnya di Kecamatan Mesuji.

“Dukungan CSR ini sangat membantu, terutama untuk kegiatan peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan,” ujarnya.

Selain itu, PT OKI Pulp juga berperan aktif dalam mendukung program pendidikan di wilayah Kecamatan Air Sugihan, baik dalam bentuk fasilitasi kegiatan maupun dukungan sarana pendukung.

“Kolaborasi seperti ini akan terus kami kembangkan di kecamatan lain yang terdapat perusahaan, baik melalui Forum CSR maupun kerja sama langsung dengan manajemen CSR perusahaan,” tambah Refly.

Kurangi Ketergantungan pada APBD

Melalui penguatan Dapodik, kolaborasi UPT kementerian, dan sinergi CSR, Disdik OKI menargetkan agar berbagai program pendidikan dapat berjalan optimal tanpa ketergantungan penuh pada APBD.

“Kami berharap, dengan pola kolaborasi ini, kegiatan pendidikan tetap berjalan meski dalam kondisi efisiensi anggaran,” kata Refly.

Ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran justru menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pendidikan yang lebih efektif, transparan, dan berbasis kemitraan.

“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan memastikan anak-anak di OKI mendapatkan hak belajar yang layak,” pungkasnya. (*)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *