Tangerang, Pelopor Sumatera. com — Musibah banjir yang melanda kawasan Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, berujung duka mendalam. Dua bocah dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat bermain di genangan banjir, Rabu (21/01/2024).

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat akan bahaya banjir, terutama bagi anak-anak yang berada di lingkungan permukiman terdampak.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi di tengah kondisi banjir yang masih menggenangi sebagian wilayah Perumahan Taman Cikande. Saat kejadian, terdapat tiga anak yang tengah bermain di sekitar genangan air. Tanpa disadari, ketiganya diduga terseret arus air yang mengalir cukup deras di sekitar lokasi.

        Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, membenarkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. Menurutnya, laporan awal diterima dari warga setempat yang melihat seorang anak tenggelam di area banjir dan segera meminta bantuan.

        “Petugas menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya anak yang tenggelam di kawasan banjir Perumahan Taman Cikande. Setelah dilakukan penanganan dan pencarian, dari tiga anak yang terlibat, dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia, sementara satu anak berhasil diselamatkan,” ujar Achmad Taufik saat dikonfirmasi.

        Berdasarkan data BPBD, dua korban meninggal dunia diketahui berusia sekitar 10 tahun. Sementara satu anak lainnya, yang juga berusia sebaya, berhasil selamat meski sempat mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut.

        Taufik menjelaskan, insiden bermula ketika ketiga bocah tersebut bermain di genangan air yang tampak dangkal. Namun, di sekitar lokasi terdapat saluran irigasi yang tertutup air banjir, sehingga sulit dikenali. Diduga, para korban terpeleset dan masuk ke saluran tersebut.

        “Arus air di saluran irigasi cukup deras karena masih menerima aliran dari wilayah hulu. Kondisi ini membuat korban kesulitan untuk menyelamatkan diri,” jelasnya.

        Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya memberikan pertolongan. Sebagian warga berusaha menolong dengan peralatan seadanya, sementara lainnya segera melaporkan peristiwa tersebut kepada aparat desa dan petugas BPBD Kabupaten Tangerang.

        Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BPBD bersama unsur terkait segera menuju lokasi kejadian. Proses pencarian dan evakuasi dilakukan bersama warga dengan menyusuri saluran air di sekitar kawasan perumahan.

        “Petugas langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan pertama kepada para korban,” kata Taufik.

        Ketiga anak akhirnya berhasil ditemukan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, dua korban dinyatakan meninggal dunia. Sementara satu anak lainnya masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan dan segera dievakuasi.

        Korban yang selamat langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobat Balaraja untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Hingga saat ini, kondisi korban dilaporkan stabil dan masih dalam pengawasan tenaga medis.

        Peristiwa ini menambah daftar panjang risiko kecelakaan akibat banjir, khususnya di kawasan permukiman. BPBD Kabupaten Tangerang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan, terutama terhadap aktivitas anak-anak di area genangan air.

        “Kami mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya. Genangan air yang terlihat aman dan dangkal bisa menyimpan bahaya, terutama jika berada di dekat saluran air, drainase, atau irigasi,” tegas Taufik.

        Sebagai informasi, banjir di kawasan Perumahan Taman Cikande telah terjadi sejak awal pekan lalu akibat curah hujan yang tinggi. Pada awal kejadian, ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai hingga dua meter, merendam rumah warga dan fasilitas umum.

        Seiring berjalannya waktu, air banjir mulai berangsur surut sejak akhir pekan. Meski demikian, sejumlah titik masih menyisakan genangan, terutama di sekitar saluran irigasi dan permukiman warga.

        Pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Tangerang terus melakukan pemantauan kondisi lapangan serta mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi bahaya susulan, termasuk risiko kecelakaan dan penyakit pascabanjir. (*)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *