Dari pembuatan KTP, SKCK, Samsat hingga khitanan massal dan Motor Show, seluruh layanan hadir lebih dekat dengan masyarakat.
Lempuing, Pelopor Sumatera.com – Komitmen Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi Mahzareki mendekatkan pelayanan kepada masyarakat kembali dibuktikan melalui program Lentera Desa (Layanan Terpadu di Desa) yang digelar di Kecamatan Lempuing, Kamis (25/6/2026).
Program yang menghadirkan puluhan layanan pemerintahan, kesehatan, sosial hingga pemberdayaan masyarakat itu disambut antusias warga. Sejak pagi, halaman Kantor Camat Lempuing dipadati masyarakat dari berbagai desa yang memanfaatkan kemudahan mengurus berbagai kebutuhan administrasi tanpa harus pergi ke Kayuagung.
Bupati Muchendi mengatakan, Lentera Desa merupakan inovasi pelayanan publik yang bertujuan memangkas jarak, waktu, dan biaya masyarakat dalam mengakses layanan pemerintah.
“Melalui Lentera Desa, pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya bupati, tetapi seluruh perangkat daerah, camat hingga kepala desa turun langsung memberikan pelayanan,” ujar Muchendi.
Menurutnya, pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas meski pemerintah daerah tengah menghadapi tantangan efisiensi anggaran.
“Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan. Justru kondisi ini menuntut kolaborasi antara pemerintah, desa, dunia usaha, dan masyarakat agar pembangunan tetap berjalan,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan penting, mulai dari perekaman KTP elektronik, penerbitan dan perubahan Kartu Keluarga, akta kelahiran, akta kematian, layanan keluarga berencana (KB), donor darah, pelayanan kesehatan, perizinan, pembuatan NPWP, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), layanan Samsat untuk pajak kendaraan tahunan, pembuatan kartu pencari kerja (AK-1), penerbitan SKCK, perpustakaan keliling, pelayanan kesehatan hewan hingga pendampingan bagi pelaku UMKM.
Camat Lempuing, Jamhari, mengatakan program tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh ke ibu kota kabupaten untuk mengurus administrasi.
“Lentera Desa memang sangat dinantikan masyarakat. Kini berbagai urusan administrasi dapat diselesaikan di kecamatan sehingga warga lebih hemat waktu dan biaya,” katanya.
Tak hanya menghadirkan pelayanan publik, Lentera Desa juga diramaikan berbagai kegiatan sosial. Khitanan massal diikuti lebih dari 100 anak, sementara 31 warga Desa Bumi Agung mengikuti wisuda Sekolah Lansia sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Suasana semakin meriah dengan digelarnya Lempuing Motor Show yang diikuti komunitas pecinta motor dari delapan kategori. Kegiatan ini menjadi wadah kreativitas generasi muda sekaligus hiburan bagi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, PT Niaga Utama Kencana menyerahkan hasil program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa jalan cor beton sepanjang 325 meter dengan lebar enam meter di Desa Tugu Agung kepada Pemerintah Kabupaten OKI. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Manfaat program ini pun langsung dirasakan masyarakat. Rizki (24), warga Desa Cahya Maju, mengaku kini tidak perlu lagi menghabiskan waktu seharian hanya untuk mengurus administrasi.
“Biasanya kami harus ke Kayuagung. Sekarang cukup datang ke Lentera Desa, semua layanan tersedia di satu tempat. Sangat membantu masyarakat yang tinggal jauh dari ibu kota kabupaten,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sulastri (56), warga Desa Bumi Agung. Ia mengapresiasi pelayanan administrasi kependudukan yang dinilainya cepat, mudah, dan ramah.
“Petugas melayani dengan baik dan memberikan penjelasan yang jelas. Semoga kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan karena benar-benar memudahkan masyarakat,” katanya.
Melalui program Lentera Desa, Pemerintah Kabupaten OKI terus memperkuat komitmennya menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan menjangkau hingga ke pelosok desa, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung kehadiran pemerintah di tengah kehidupan mereka. (Sbn/Real)
