Kayuagung, Pelopor Sumatera.com — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat sekolah menengah pertama (SMP), baik melalui pemanfaatan teknologi digital maupun penguatan kompetensi dan literasi guru.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pendampingan digitalisasi pembelajaran serta optimalisasi kompetensi guru yang dilaksanakan di sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten OKI.
Kepala Dinas Pendidikan OKI, Muhammad Refly, S.Sos., MM, melalui Kabid SMP Disdik OKI, Heri Apriyadi, ST., M.Si, mengatakan pendampingan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan guru mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Pendampingan Digitalisasi Pengoperasian Layar PID dalam Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah. Kegiatan tersebut digelar di SMPN 4 Sungai Menang, Senin, 24 Agustus 2026.
Pendampingan diikuti sebanyak 28 guru, terdiri dari 21 guru SMPN 2 Cengal dan 7 guru SMPN 4 Sungai Menang.
Melalui kegiatan tersebut, para guru mendapatkan pendampingan dalam mengoptimalkan penggunaan perangkat digital, khususnya layar PID, sebagai media pendukung proses pembelajaran di kelas.
Pemanfaatan teknologi diharapkan tidak sekadar menjadi pelengkap, tetapi mampu membuat proses pembelajaran lebih interaktif, menarik dan mudah dipahami peserta didik.
“Digitalisasi pembelajaran harus diikuti dengan peningkatan kemampuan guru dalam mengoperasikan dan memanfaatkan teknologi secara tepat. Karena teknologi hanyalah alat, sementara guru tetap menjadi faktor utama dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas,” ujar Heri.
Selain penguatan digitalisasi, Disdik OKI juga melaksanakan Kegiatan Pendampingan Optimalisasi Kompetensi Guru melalui Program Pendampingan dan Penguatan Literasi Guru pada Satuan Pendidikan SMP.
Kegiatan ini dilaksanakan di SMPN 4 Kayuagung, Rabu, 26 Agustus 2026, dengan melibatkan guru dari tiga satuan pendidikan.
Peserta terdiri dari 10 guru SMPN 4 Kayuagung, 4 guru SMPN 9 Tulung Selapan, dan 4 guru SMPN 1 Jejawi.
Pendampingan tersebut diarahkan untuk memperkuat kompetensi guru, khususnya dalam meningkatkan budaya literasi, kemampuan mengembangkan pembelajaran serta pemanfaatan berbagai sumber belajar yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Menurut Heri, peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya dengan menyediakan sarana dan prasarana. Kompetensi pendidik juga harus terus diperkuat agar mampu menghadapi perubahan dan tuntutan pembelajaran di era digital.
“Guru harus terus belajar dan meningkatkan kompetensinya. Penguatan literasi menjadi bagian penting karena guru dituntut mampu menjadi penggerak literasi sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih baik kepada siswa,” katanya.
Disdik OKI berharap program pendampingan tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Guru yang telah mendapatkan pendampingan juga diharapkan dapat berbagi pengetahuan dan praktik baik kepada rekan-rekan guru lainnya.
Dengan demikian, transformasi pendidikan di Kabupaten OKI tidak hanya berorientasi pada penggunaan teknologi, tetapi juga berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama para guru sebagai ujung tombak pendidikan. (*)
Penulis : Syakbanudin
