OKI, Pelopor Sumatera.com — Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Muchendi Mahzareki, menunjukkan komitmen serius Pemerintah Kabupaten OKI dalam menangani persoalan banjir yang kembali melanda Kecamatan Air Sugihan, Sumatera Selatan. Pada Jumat (16/1/2025), orang nomor satu di Bumi Bende Seguguk itu turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi warga terdampak sekaligus mengevaluasi infrastruktur pengendali banjir.

Peninjauan tersebut dilakukan di tengah kondisi cuaca yang masih tidak menentu, menyusul intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Banjir yang terjadi diketahui merendam ratusan rumah warga, lahan pertanian, serta mengganggu akses transportasi antar desa.

Dalam kunjungannya, Bupati Muchendi didampingi Dandim 0402 OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono, Wakapolres OKI Kompol Harsono, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti BPBD, Dinas PUPR, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan. Kehadiran unsur Forkopimda tersebut menjadi simbol sinergi lintas sektor dalam penanganan bencana banjir.

Pemkab OKI Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak

Selain meninjau kondisi genangan air, Bupati OKI juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak banjir. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan pascabanjir.

Bupati Muchendi menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir untuk masyarakat, terutama di saat kondisi sulit akibat bencana alam.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri. Pemerintah hadir, tidak hanya meninjau, tetapi juga membawa bantuan dan solusi,” ujar Muchendi di hadapan warga.

Sejumlah warga tampak menyambut kedatangan rombongan dengan antusias. Mereka menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari kondisi rumah yang terendam, rusaknya perabotan, hingga terganggunya aktivitas ekonomi sehari-hari.

Pintu Air Rusak dan Sungai Dangkal Perparah Banjir

Dari hasil dialog langsung dengan masyarakat dan kepala desa, diketahui bahwa kerusakan pintu air serta pendangkalan sungai dan kanal menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir di wilayah Air Sugihan.

Kepala Desa Banyu Biru, Susanto, menjelaskan bahwa salah satu pintu air mengalami kemacetan sehingga aliran air tidak dapat mengalir dengan lancar menuju sungai utama.

“Ada pintu air yang macet, sehingga debit air tertahan dan meluap ke permukiman warga. Ditambah lagi kondisi sungai yang sudah mengalami pendangkalan cukup parah,” ungkap Susanto.

Sementara itu, Kepala Desa Kertamukti, Fadly, menyebutkan bahwa banjir di wilayahnya sebenarnya mulai berangsur surut. Namun, banjir hampir selalu terjadi setiap musim hujan akibat kombinasi curah hujan tinggi dan naiknya permukaan air sungai, terutama saat air laut pasang.

“Air di Air Sugihan ini naiknya perlahan, tapi kalau hujan terus-menerus ditambah pasang laut, air cepat masuk ke rumah warga,” jelas Fadly.

Empat Titik Pintu Air Jadi Prioritas Perbaikan

Menanggapi laporan tersebut, Bupati Muchendi langsung melakukan pengecekan ke sejumlah titik pintu air. Dari hasil tinjauan lapangan, terdapat empat titik pintu air yang dinilai mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera.

“Setelah kita cek bersama, ada empat titik pintu air yang perlu segera diperbaiki. Untuk jalur 27 dan 29 akan ditangani oleh PT Bumi Andalas Permai (BAP), sementara dua titik lainnya akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” tegas Muchendi.

Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan warga yang berharap perbaikan pintu air dapat menjadi solusi nyata untuk mengurangi banjir yang kerap terjadi setiap tahun.

Menurut Bupati Muchendi, perbaikan pintu air akan dilakukan secepatnya dengan tetap memperhatikan aspek teknis dan keselamatan, agar fungsi pengendalian air dapat berjalan optimal.

Normalisasi Sungai dan Kanal Jadi Solusi Berkelanjutan

Tak hanya fokus pada solusi jangka pendek, Bupati OKI juga menekankan pentingnya normalisasi sungai dan kanal sebagai langkah strategis jangka menengah dan panjang dalam mengatasi banjir di Air Sugihan.

“Normalisasi sungai sangat penting. Sungai yang dangkal harus dikembalikan ke fungsi semula. Di wilayah ini juga terdapat aktivitas perusahaan, sehingga penanganannya harus dilakukan secara kolaboratif,” ujar Muchendi.

Ia menyebutkan bahwa Pemkab OKI akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta pihak terkait lainnya, termasuk pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

“Penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Harus ada sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan masyarakat,” tambahnya.

Bupati OKI Tinjau Jalan Poros Desa Kertamukti

Di sela-sela peninjauan banjir, Bupati Muchendi juga menyempatkan diri meninjau pembangunan jalan poros Desa Kertamukti sepanjang 1,1 kilometer yang dibangun menggunakan konstruksi cor beton.

Pembangunan jalan tersebut disambut positif oleh masyarakat setempat. Seorang warga Desa Kertamukti, Waluyo, mengaku sangat bersyukur karena jalan yang selama puluhan tahun rusak akhirnya dibangun secara permanen.

“Sejak puluhan tahun tinggal di sini, baru kali ini jalannya dicor beton. Kami sangat berterima kasih,” ungkap Waluyo.

Meski jalan tersebut belum sepenuhnya terhubung, keberadaannya dinilai sangat membantu mobilitas warga, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun layanan kesehatan.

Kerusakan Jalan Akibat Banjir Akan Diusulkan ke Pusat

Selain Desa Kertamukti, Bupati OKI juga meninjau Jalan Poros Nusantara–Bandar Jaya di Desa Nusantara. Dari total panjang sekitar 8 kilometer, sekitar 4 kilometer dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat terendam banjir dalam waktu cukup lama.

Kepada Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin, Bupati Muchendi meminta agar kerusakan jalan tersebut segera didata dan diusulkan melalui skema Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pascabencana ke pemerintah pusat.

“Kerusakan ini tidak bisa ditangani sendiri oleh daerah. Kita akan usulkan ke pemerintah pusat agar segera mendapat penanganan,” kata Muchendi.

Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem hingga Februari

Menutup rangkaian kunjungannya, Bupati Muchendi mengimbau seluruh masyarakat Air Sugihan dan wilayah rawan banjir lainnya di Kabupaten OKI untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Ia mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa curah hujan masih berpotensi tinggi hingga Februari 2025.

“Walaupun air mulai surut, kita tidak boleh lengah. Saya minta camat, kepala desa, dan tenaga kesehatan terus memantau kondisi warga, terutama anak-anak dan lansia,” pesannya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bahaya listrik saat banjir, serta menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyakit pascabanjir.

Gotong Royong dan Sinergi Jadi Kunci

Bupati Muchendi berharap, melalui sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, kecamatan, desa, serta masyarakat, dampak bencana hidrometeorologi dapat ditekan seminimal mungkin.

“Antisipasi dan mitigasi harus kita lakukan bersama. Gotong royong, saling membantu, dan berdoa agar cuaca ekstrem ini segera kembali normal,” pungkasnya.

Dengan langkah cepat perbaikan pintu air, rencana normalisasi sungai, serta perhatian terhadap infrastruktur dan keselamatan warga, Pemerintah Kabupaten OKI optimistis penanganan banjir di Air Sugihan dapat berjalan lebih baik dan berkelanjutan ke depan. (*)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *