Mesuji, Pelopor Sumatera.com – Hujan dengan intensitas tinggi kembali memicu banjir di Desa Margo Bakti, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Banjir yang terjadi berulang ini seolah menjadi “langganan” warga setiap kali hujan turun deras dalam waktu lama.

Air setinggi 50 hingga 80 sentimeter merendam rumah-rumah warga dan membuat aktivitas masyarakat terhenti sementara. Meski genangan air tergolong cepat surut, banjir yang datang silih berganti tetap menimbulkan dampak sosial dan ekonomi bagi warga setempat.

Warga Desa Surya Adi, Kecamatan Mesuji, HM Toufik, M.Si, mengatakan kondisi geografis Desa Margo Bakti menjadi penyebab utama banjir. Letak desa yang berada di dataran rendah serta berdekatan dengan aliran anak Sungai Mesuji membuat wilayah ini rentan tergenang.

“Kalau hujan turun sehari semalam, banjir pasti datang. Ini bukan kejadian baru, tapi sudah berulang dari tahun ke tahun,” ujar Toufik.

Menurutnya, penanganan banjir yang dilakukan selama ini masih bersifat sementara dan belum menyentuh upaya mitigasi jangka panjang. Normalisasi sungai yang telah dilakukan pemerintah daerah dinilai belum cukup untuk menekan risiko banjir.

“Normalisasi memang membantu, tapi belum menyelesaikan masalah. Kontur wilayahnya rendah, jadi air tetap mudah meluap,” katanya.

Toufik mendorong Pemerintah Kabupaten OKI agar segera menyiapkan langkah mitigasi yang lebih menyeluruh, baik struktural maupun nonstruktural. Salah satu solusi yang dinilai efektif adalah pembangunan kolam retensi atau tampungan air berskala besar.

“Kalau ada kolam retensi, air hujan bisa ditampung dulu, tidak langsung masuk ke permukiman. Ini solusi jangka panjang,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menilai penting adanya pemetaan wilayah rawan banjir, sistem peringatan dini berbasis curah hujan, serta edukasi kebencanaan bagi warga agar dampak banjir dapat diminimalkan. (*)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *