Kayuagung, Pelopor Sumatera.com — Pasca pelaksanaan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, kondisi distribusi dan ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dipastikan masih dalam kondisi aman dan terkendali. Hal tersebut disampaikan langsung oleh pihak Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT Sarana Agung Gas yang beroperasi di wilayah OKI.
Manager SPPBE PT Sarana Agung Gas, Muhammad Fatoni, menegaskan bahwa hingga pertengahan Januari 2026, tidak ditemukan adanya indikasi kelangkaan LPG 3 Kg di tengah masyarakat. Baik dari sisi stok di gudang SPPBE maupun distribusi ke agen dan pangkalan, seluruhnya berjalan sesuai ketentuan dan kebutuhan wilayah.
“Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada kelangkaan. Stok aman dan distribusi LPG 3 kilogram masih berjalan lancar,” ujar Muhammad Fatoni saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Rabu (14/1/2026).
Fatoni menjelaskan, pasokan LPG 3 Kg ke wilayah OKI masih sesuai dengan kuota yang ditetapkan oleh Pertamina. Distribusi dari SPPBE ke agen, kemudian dilanjutkan ke pangkalan, hingga ke tangan masyarakat dinilai relatif stabil tanpa kendala berarti, baik dari segi armada pengangkut maupun permintaan konsumen.
Menurutnya, pada momen-momen tertentu seperti hari besar keagamaan dan libur nasional, Pertamina biasanya melakukan antisipasi dengan menambah pasokan LPG 3 Kg guna menjaga stabilitas stok di daerah. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari lonjakan permintaan yang berpotensi memicu kelangkaan atau kenaikan harga di tingkat pengecer.
“Biasanya menjelang hari-hari besar, termasuk Natal, Tahun Baru, dan nanti menjelang bulan suci Ramadan, Pertamina akan menambah pasokan LPG. Ini sebagai langkah antisipasi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” jelasnya.
Ia menambahkan, meskipun Nataru telah berlalu, pihak SPPBE tetap melakukan pemantauan secara rutin terhadap pola distribusi dan konsumsi LPG di wilayah OKI. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penumpukan di satu titik atau kekurangan di wilayah lainnya.
“Sejak Nataru lalu hingga sekarang, distribusi masih stabil. Baik dari agen ke pangkalan, maupun dari pangkalan ke masyarakat. Kami terus berkoordinasi dengan agen dan pihak terkait agar penyaluran tepat sasaran,” ungkap Fatoni.
Lebih lanjut, Fatoni juga mengimbau kepada masyarakat agar membeli LPG 3 Kg sesuai peruntukannya. LPG bersubsidi tersebut diperuntukkan bagi rumah tangga miskin, pelaku usaha mikro, serta masyarakat yang memang berhak menerima subsidi dari pemerintah. Penggunaan yang tidak sesuai sasaran dikhawatirkan dapat memicu kelangkaan di tingkat bawah.
“Kami berharap LPG subsidi ini digunakan oleh masyarakat yang benar-benar berhak. Jika penggunaannya tepat sasaran, maka ketersediaan akan tetap terjaga,” ujarnya.
Di sisi lain, Fatoni meminta agar masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying, terutama menjelang bulan Ramadan. Menurutnya, stok LPG 3 Kg masih mencukupi dan pihak Pertamina bersama SPPBE akan terus menjamin ketersediaan pasokan.
“Tidak perlu khawatir berlebihan. Stok aman dan distribusi terus berjalan. Kami siap mendukung kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Pantauan di lapangan, hingga saat ini aktivitas distribusi LPG di sejumlah pangkalan di wilayah Kayuagung dan kecamatan lainnya di OKI masih berjalan normal. Harga LPG 3 Kg di tingkat pangkalan juga terpantau masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama Pertamina dan SPPBE diharapkan terus memperkuat koordinasi dan pengawasan distribusi LPG bersubsidi agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan. Stabilnya stok dan distribusi LPG 3 Kg menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya menjelang bulan Ramadan dan hari-hari besar keagamaan lainnya. (*)
