Palembang, Pelopor Sumatera.com — Kabar duka datang dari Sumatera Selatan (Sumsel). Tokoh masyarakat sekaligus pengusaha ternama, Kemas H Abdul Halim Ali, yang dikenal luas dengan sapaan H Halim, meninggal dunia pada Kamis, 22 Januari 2026, sekitar pukul 14.30 WIB. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Siti Fatimah Az-Zahra Palembang.

Kepergian H Halim menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Sumatera Selatan. Sosoknya dikenal tidak hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga figur yang aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Kabar wafatnya almarhum dengan cepat menyebar dan mendapat respons luas dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pelaku usaha, tokoh agama, hingga warga yang selama ini mengenal kiprah dan keteladanannya.

Sejak informasi duka tersebut beredar, ucapan belasungkawa terus mengalir. Banyak pihak mengenang H Halim sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sosial. Ia dikenal mudah bergaul dan selalu terbuka untuk berdiskusi serta membantu masyarakat yang membutuhkan.

Semasa hidupnya, H Halim aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Selain menjalankan usaha, almarhum juga kerap mendukung program-program kemasyarakatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga. Peran tersebut membuatnya dikenal luas dan dihormati di berbagai lapisan masyarakat Sumatera Selatan.

Di dunia usaha, H Halim dikenal sebagai pengusaha yang konsisten dan berkomitmen. Ia dinilai mampu membangun dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan kerja. Bagi rekan-rekan usahanya, almarhum dikenal sebagai sosok yang tegas namun mengedepankan nilai kekeluargaan.

Sejumlah tokoh masyarakat menilai kepergian H Halim sebagai kehilangan figur panutan. Menurut mereka, almarhum mampu menyeimbangkan peran sebagai pengusaha dengan peran sosial di tengah masyarakat. Keteladanan tersebut dinilai menjadi warisan berharga yang patut diteruskan.

Mewakili keluarga, putra almarhum, Kemas H Umar Halim, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan doa yang diberikan berbagai pihak. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat apabila semasa hidup ayahandanya terdapat kehilafan dan kesalahan.

“Atas nama keluarga besar, kami mengucapkan terima kasih atas doa dan perhatian dari semua pihak. Kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila semasa hidup almarhum terdapat kesalahan dan kekhilafan,” ujar Kemas H Umar Halim.

Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa jenazah almarhum akan disholatkan di Masjid Agung Palembang pada Jumat, 23 Januari 2026, usai pelaksanaan salat Jumat. Selanjutnya, jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga. Prosesi pemakaman direncanakan berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga, kerabat, serta masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

Pemerintah daerah serta berbagai elemen masyarakat di Sumatera Selatan turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya H Halim. Doa dipanjatkan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan seluruh amal ibadahnya diterima.

Kepergian H Halim meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar, tetapi juga bagi masyarakat yang selama ini merasakan manfaat dari kiprah dan kepeduliannya. Banyak pihak berharap nilai-nilai keteladanan yang ditinggalkan almarhum dapat terus hidup dan menginspirasi generasi selanjutnya.

Dengan wafatnya H Halim, Sumatera Selatan kehilangan salah satu putra terbaik yang telah memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai pengusaha sekaligus tokoh masyarakat yang mengabdikan diri bagi kepentingan bersama. (*)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *