JAKARTA, Pelopor Sumatera.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai membuahkan hasil. Bupati OKI Muchendi Mahzareki berhasil membawa komitmen dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), mulai dari rencana pembangunan Daerah Operasional (Daop) Penanggulangan Kebakaran Lahan senilai sekitar Rp33 miliar, bantuan armada persampahan, hingga percepatan layanan lingkungan hidup.
Komitmen tersebut diperoleh setelah Bupati Muchendi bertemu langsung dengan Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh. Jumhur Hidayat, di Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2026).
Pertemuan itu menjadi langkah strategis Pemkab OKI untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau sekaligus mempercepat pembenahan sektor pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Muchendi menjelaskan bahwa Kabupaten OKI merupakan salah satu daerah dengan ekosistem gambut terbesar di Sumatera Selatan. Sekitar 60,15 persen wilayah OKI merupakan kawasan gambut, atau mencakup 49,3 persen dari total ekosistem gambut Sumatera Selatan. Kondisi tersebut menjadikan OKI memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan, namun di sisi lain juga memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan.
“Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang. Karena itu kami terus memperkuat langkah pencegahan dengan melibatkan Forkopimda, pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa,” ujar Muchendi.
Daop Karhutla Jadi Prioritas Nasional
Dalam audiensi tersebut, Pemkab OKI mengusulkan percepatan pembangunan Daerah Operasional (Daop) Penanggulangan Kebakaran Lahan sebagai pusat komando pengendalian karhutla di wilayah OKI.
Usulan itu mendapat respons positif dari Menteri Lingkungan Hidup. Moh. Jumhur Hidayat memastikan pembangunan Daop Karhutla di Kabupaten OKI menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat mulai tahun 2027.
“Kesiapan daerah sudah 100 persen. Tahun depan kami alokasikan pendanaan struktural untuk memulai pembangunannya,” kata Jumhur.
Pembangunan fasilitas tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp33 miliar. Seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi karena Pemerintah Kabupaten OKI sudah menyiapkan lahan bersertifikat untuk lokasi pembangunan.
Keberadaan Daop Karhutla nantinya diharapkan mampu mempercepat deteksi dini, koordinasi lintas instansi, hingga penanganan kebakaran secara lebih efektif di kawasan gambut yang selama ini menjadi wilayah rawan.
Pengelolaan Sampah Masih Rendah
Selain persoalan karhutla, Bupati Muchendi juga memaparkan kondisi pengelolaan sampah di Kabupaten OKI yang masih membutuhkan perhatian serius.
Saat ini, cakupan pelayanan persampahan baru mencapai 9,44 persen, terutama karena keterbatasan armada pengangkut dan sarana pendukung lainnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab OKI telah menjalankan Gerakan OKI Lestari untuk Indonesia Asri melalui kegiatan gotong royong rutin di lingkungan pemerintah maupun masyarakat. Selain itu, bank sampah juga terus dikembangkan di berbagai perangkat daerah guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab OKI juga mengajukan bantuan berupa dump truck, kendaraan roda tiga pengangkut sampah, serta dukungan sarana dan prasarana kebersihan lainnya.
KLH Siapkan Bantuan Armada Persampahan
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup menegaskan pemerintah pusat akan memberikan perhatian terhadap kebutuhan Kabupaten OKI.
“Persoalan lingkungan hidup adalah tanggung jawab bersama. Usulan dari Pemerintah Kabupaten OKI akan kami tindak lanjuti sesuai prioritas,” ujar Jumhur.
KLH juga memastikan bantuan sarana dan prasarana persampahan akan diupayakan pada tahun anggaran berikutnya sebagai bagian dari peningkatan pelayanan publik di bidang lingkungan hidup.
Tak hanya itu, pada hari yang sama Menteri Lingkungan Hidup juga langsung menandatangani Rekomendasi Tim Uji Kelayakan Lingkungan Hidup Kabupaten OKI, sehingga proses pelayanan lingkungan hidup di daerah diharapkan semakin cepat dan efektif.
Komitmen Perkuat Ketahanan Lingkungan
Dukungan pemerintah pusat terhadap Kabupaten OKI dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan lingkungan, khususnya menghadapi ancaman karhutla yang setiap tahun menjadi perhatian nasional.
Dengan pembangunan Daop Karhutla, penambahan armada persampahan, serta penguatan tata kelola lingkungan hidup, Pemerintah Kabupaten OKI optimistis mampu meningkatkan perlindungan kawasan gambut sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan kebersihan bagi masyarakat. (*)
Penulis: Tabroni/Release
Editor: Syakbanudin
