OKI, Pelopor Sumatera.com — Sebanyak 184 anak dari keluarga tidak mampu resmi memulai pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Para siswa yang berasal dari Kabupaten OKI dan Kota Palembang tersebut kini menjalani kehidupan baru sebagai peserta didik di sekolah berasrama yang menyediakan pendidikan dan berbagai fasilitas pendukung secara gratis.
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menandai dimulainya aktivitas pendidikan di gedung baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 OKI, Kecamatan Teluk Gelam.
Perubahan kawasan sekolah itu terbilang signifikan. Setahun lalu, lokasi tersebut masih berupa lahan kosong tanpa ruang kelas, asrama, lapangan olahraga maupun aktivitas pendidikan.
Kini, kawasan itu telah berubah menjadi kompleks pendidikan yang memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu.
“Rasanya baru kemarin kita berdiri di sini, di hamparan lahan yang masih kosong,” kata Muchendi di hadapan para siswa.
Perjuangan Hadirkan Sekolah Rakyat di OKI
Muchendi mengatakan, mendapatkan program Sekolah Rakyat bukan perkara mudah. Program yang digagas pemerintah Presiden Prabowo Subianto tersebut diminati banyak daerah.
Pemkab OKI, kata dia, terus berupaya agar program tersebut dapat hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat di daerahnya.
“Yang dulu kami pikir sulit dan hampir mustahil, hari ini bisa terwujud,” ujarnya.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 OKI menyediakan pendidikan mulai jenjang SD, SMP hingga SMA. Para siswa juga mendapatkan fasilitas asrama, kantin, laboratorium komputer, perpustakaan dan lapangan olahraga.
Seluruh fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung proses pendidikan anak-anak dari keluarga tidak mampu tanpa membebani biaya pendidikan dan kebutuhan penunjang selama mengikuti program.
Sekolah Berasrama dengan Fasilitas Lengkap
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 OKI, Devi Mardianti, mengatakan berbagai fasilitas yang tersedia dirancang untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus perkembangan karakter dan potensi siswa.
Sejumlah fasilitas juga disiapkan dengan memperhatikan kebutuhan serta kenyamanan anak.
“Fasilitas yang tersedia mudah-mudahan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh anak-anak. Kami berharap fasilitas ini bisa mendorong motivasi mereka untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi,” ujar Devi.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pendidikan formal. Sistem pendidikan berasrama juga memungkinkan pembinaan dilakukan secara lebih menyeluruh.
Muchendi: Negara Hadir untuk Anak Keluarga Tidak Mampu
Bagi Muchendi, Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan gedung dan fasilitas pendidikan.
Program tersebut, menurutnya, merupakan bentuk kehadiran negara dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
Selain memperoleh pendidikan formal, para siswa juga mendapatkan tempat tinggal di asrama serta fasilitas penunjang lainnya.
Muchendi meminta para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh karena tidak semua anak mendapatkan kesempatan serupa.
“Kalian adalah anak-anak yang terpilih. Negara sudah hadir, orang tua juga sudah menaruh harapan besar. Ikuti pendidikan dengan sungguh-sungguh dan jangan sampai putus di tengah jalan,” kata dia.
Ia berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 OKI mampu melahirkan generasi yang kelak dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Menurut Muchendi, para siswa memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi guru, pengusaha, anggota TNI dan Polri hingga pemimpin daerah.
“Dari sini nanti muncul orang-orang yang bisa menjadi guru, pengusaha, TNI, Polri. Kami yakin di sini juga ada yang suatu hari bisa memimpin Kabupaten Ogan Komering Ilir,” ujarnya.
Ditargetkan Jadi Sekolah Unggulan di OKI
Devi Mardianti mengatakan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 OKI ditargetkan berkembang menjadi sekolah unggulan sekaligus rujukan pendidikan berasrama di Kabupaten OKI.
Pendidikan yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan pengembangan potensi masing-masing siswa.
“Saya berkomitmen membagikan praktik-praktik baik dan menjadikan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 OKI sebagai salah satu sekolah terbaik, sekolah unggulan dan rujukan sekolah berasrama yang memberikan layanan pendidikan bermutu,” kata Devi.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Sekolah Rakyat merupakan hasil kolaborasi lintas sektor.
Sejumlah pihak terlibat dalam mendukung keberlangsungan program tersebut, antara lain Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten OKI, Dinas Sosial, PLN, PDAM hingga Dinas Kesehatan.
“Program ini adalah mandat besar Presiden Prabowo untuk memuliakan masyarakat yang tidak mampu melalui pendidikan berasrama yang bermutu. Kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan kehadiran dan komitmen semua sektor untuk membesarkan, merawat, dan menyukseskan Sekolah Rakyat,” ujar Devi.
Pesan Kemensos: Jangan Sia-siakan Kesempatan
Perwakilan Kementerian Sosial, Feri Aprianto, juga meminta para siswa tidak menyia-nyiakan kesempatan pendidikan yang telah mereka dapatkan.
Ia menyampaikan pesan Presiden Prabowo agar para siswa menghargai kerja keras berbagai pihak yang telah memberikan kesempatan kepada mereka untuk memperoleh pendidikan.
Feri menegaskan, keberhasilan siswa pada masa depan sangat ditentukan oleh kesungguhan mereka dalam menjalani pendidikan sejak sekarang.
“Belajar, belajar, belajar. Yang dilakukan hari ini akan menentukan masa depan kalian,” kata Feri.
Dengan hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 OKI, sebanyak 184 anak dari keluarga tidak mampu kini mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan sekaligus tinggal di lingkungan asrama dengan berbagai fasilitas pendukung.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyediaan fasilitas, tetapi benar-benar menjadi jalan bagi lahirnya generasi baru dari OKI dan Palembang yang mampu meningkatkan kehidupan keluarga serta berkontribusi bagi pembangunan daerah dan Indonesia. (*)
