KAYUAGUNG, Pelopor Sumatera.com — Suasana hening menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesuma Bangsa, Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu (15/8) dini hari. Pemerintah Kabupaten OKI bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 23.30 WIB dan berlangsung khidmat. Lampu-lampu di kawasan makam dipadamkan, sementara dua obor dinyalakan sebagai simbol penghormatan kepada para pahlawan.
Sebanyak 95 pahlawan dimakamkan di TMP Kesuma Bangsa. Dalam kegiatan tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 0402/OKI Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H. bertindak sebagai inspektur apel sekaligus membacakan naskah Apel Kehormatan dan Renungan Suci.
Gunawan mengatakan, renungan suci menjadi momentum penting untuk kembali mengingat jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah mempertaruhkan jiwa dan raga demi kemerdekaan.
“Malam ini kita hadir untuk mengenang dan menghormati para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan. Pengorbanan mereka menjadi amanah bagi generasi penerus untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara,” ujarnya.
Menurutnya, semangat perjuangan para pahlawan harus diteruskan melalui pengabdian sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Perjuangan hari ini tentu berbeda dengan perjuangan pada masa lalu. Namun, semangatnya tetap sama, yakni memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Mari kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata, menjaga persatuan dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ungkap Gunawan.
Muchendi: Renungan Suci Bukan Sekadar Seremoni
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki menegaskan, Apel Kehormatan dan Renungan Suci bukan sekadar agenda seremonial dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi untuk kembali memahami nilai perjuangan sekaligus mengingat besarnya pengorbanan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
“Kemerdekaan yang kita rasakan hari ini tidak datang begitu saja. Ada pengorbanan, air mata bahkan nyawa yang diberikan para pahlawan. Karena itu, momentum renungan suci ini mengingatkan kita untuk tidak melupakan sejarah dan terus menghargai jasa mereka,” kata Muchendi.
Ia menambahkan, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan para pahlawan melalui pembangunan daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik.
“Kalau dulu para pahlawan berjuang dengan senjata, hari ini perjuangan kita adalah membangun daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga persatuan. Semangat perjuangan itu harus terus kita hidupkan dalam setiap pengabdian,” ujarnya.
Dua Obor Terangi Renungan Suci
Suasana semakin hening ketika pembacaan naskah renungan suci berlangsung di tengah kawasan makam yang hanya diterangi dua obor.
Peserta apel kemudian memberikan penghormatan kepada arwah para pahlawan sebelum kegiatan ditutup dengan doa.
Renungan Suci tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini lahir dari pengorbanan panjang para pejuang. Semangat tersebut diharapkan terus diwariskan melalui kerja nyata, persatuan dan pengabdian untuk kemajuan Kabupaten OKI serta Indonesia. (*)
Penulis: Tabroni/Real
Editor: Syakbanudin
