Kayuagung, Pelopor Sumatera.com – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan pemeriksaan fisik kendaraan operasional dinas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI, Sumatera Selatan.
Kepala BPKAD OKI, Farlidena Burniat, SE, MM, didampingi Kabid Aset Yurina Madona, S.Sos, mengungkapkan total kendaraan yang menjadi objek pemeriksaan mencapai 2.343 unit roda dua dan 85 unit roda tiga.
“Dari 2.343 unit kendaraan roda dua yang ditargetkan hadir, sekitar 2.200 unit telah dilakukan pengecekan fisik. Hasilnya, sebanyak 312 unit dinyatakan tidak layak pakai,” ujar Farlidena.
Ia menegaskan, terhadap kendaraan yang sudah tidak layak tersebut, pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan proses lelang dalam waktu dekat sebagai bagian dari penertiban aset daerah.
Menurut Farlidena, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menata aset daerah secara tertib dan akuntabel. Sebelumnya, pada tahun lalu, BPKAD OKI juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 435 unit kendaraan roda empat.
“Untuk kendaraan roda empat, statusnya sudah clean and clear,” tambah Yurina Madona.
Selain pemeriksaan fisik, tim juga melakukan verifikasi administrasi, termasuk keabsahan dokumen kendaraan serta kesesuaian penggunaannya di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Terkait kendaraan yang tidak layak, Farlidena menyebutkan hingga saat ini belum ada skema penggantian unit baru. Fokus utama pemerintah daerah adalah membersihkan neraca aset agar data kendaraan yang masih layak pakai dapat teridentifikasi secara akurat.
“Kita ingin memastikan neraca aset benar-benar bersih dan valid, sehingga kendaraan yang masih layak dapat optimal mendukung operasional dinas,” jelasnya.
Farlidena juga mengingatkan seluruh OPD untuk lebih bertanggung jawab dalam menjaga dan merawat kendaraan dinas yang digunakan.
“Kalau tidak mampu merawat, lebih baik dikembalikan ke Pemda. Karena kondisi kendaraan sangat mempengaruhi nilai saat dilelang. Semakin baik kondisinya, semakin tinggi nilainya,” tegasnya. (sbn)
