Kayuagung, Pelopor Sumatera.com — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus bergerak aktif mempercepat digitalisasi pendidikan di wilayah Bumi Bende Seguguk. Melalui program Penguatan Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID), Disdik OKI berkomitmen memastikan perangkat peraga modern tersebut dioptimalkan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Langkah ini dilakukan guna mendorong efektivitas pembelajaran berbasis teknologi visual dan interaktif, sekaligus menjawab tantangan pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten OKI.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, Refly MS, S.Sos., M.M, melalui Kepala Bidang SMP, Heri Apriyadi, ST, MSi, menyampaikan bahwa kehadiran perangkat PID merupakan wujud nyata transformasi digital yang dirancang untuk menciptakan suasana kelas yang lebih hidup, interaktif, dan kontekstual.

“Kami ingin memastikan bahwa bantuan sarana dan prasarana seperti Papan Interaktif Digital ini tidak sekadar menjadi pajangan di kelas. Kepala sekolah dan para guru harus benar-benar memanfaatkannya secara maksimal untuk mengemas pembelajaran yang menarik, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan siswa saat ini,” ujar Heri Apriyadi menyampaikan arahan Kepala Dinas Pendidikan OKI.

Jajaran Disdik OKI menekankan bahwa pemanfaatan layar PID dirancang adaptif terhadap kondisi geografis sekolah. Perangkat ini tidak hanya dapat dimanfaatkan saat terhubung dengan koneksi internet, tetapi juga memiliki fungsi yang dapat digunakan dalam pembelajaran secara luring atau offline.

Dengan demikian, keterbatasan akses internet di sejumlah wilayah tidak menjadi alasan bagi sekolah untuk tidak mengoptimalkan pemanfaatan PID dalam proses pembelajaran.

Keunggulan pemanfaatan layar PID di sekolah-sekolah OKI antara lain:

Sentuhan Interaktif Multi-Pengguna (Multitouch) : Memungkinkan siswa dan guru berinteraksi langsung di depan kelas, mengerjakan soal bersama, serta memanipulasi media pembelajaran secara visual.

Materi Ajar Terintegrasi : Memudahkan guru menampilkan modul digital, video simulasi, serta berbagai konten multimedia yang dapat meningkatkan daya tangkap siswa.

Dukungan Pembelajaran Luring dan Daring : PID tetap dapat digunakan untuk menampilkan materi pembelajaran, peta konsep, papan tulis digital, dan konten edukasi tanpa sepenuhnya bergantung pada ketersediaan jaringan internet.

Pemanfaatan Hard Disk Eksternal : Ketika akses internet di sekolah mengalami kendala atau memiliki kualitas jaringan yang rendah, materi pembelajaran yang telah disiapkan dapat diakses melalui perangkat penyimpanan eksternal seperti hard disk yang digunakan pada PID.

Kemudahan Retensi Pembelajaran : Rangkuman dan hasil pengerjaan materi pada layar PID dapat disimpan dan dimanfaatkan kembali sebagai bahan pembelajaran.

Untuk menjamin keberlanjutan dan dampak positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran, Kabid SMP Disdik OKI, Heri Apriyadi memaparkan tiga pilar pendampingan yang disiapkan Disdik OKI bagi para pendidik.

Pertama, Pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru.  Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengoperasikan fitur-fitur utama PID, menyiapkan bahan ajar interaktif, serta memahami pemanfaatan perangkat dalam pembelajaran sehari-hari.

Kedua, Pemberdayaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Disdik OKI mendorong komunitas belajar guru di tingkat kabupaten maupun kecamatan untuk saling berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pemanfaatan PID.

Ketiga, Monitoring dan Evaluasi (Monev) Berkala. Tim pengawas sekolah akan melakukan pemantauan terhadap pemanfaatan PID dalam proses KBM agar penggunaannya dapat berjalan secara optimal, terukur, dan berkelanjutan.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari satuan pendidikan yang berada di wilayah dengan tantangan akses internet.

Kepala SMPN 2 Cengal, Dr. Ardi Winata, S.Pd., M.Pd., dan Kepala SMPN 4 Sungai Menang, Rengki Elysian, S.Pd, menyatakan mengikutsertakan guru-guru di sekolah masing-masing dalam kegiatan Bimtek Penggunaan PID.

Menurutnya, Bimtek penting agar guru tidak hanya mengetahui keberadaan perangkat, tetapi juga memahami bagaimana mengoperasikan dan memanfaatkannya secara maksimal dalam kegiatan pembelajaran.

Kedua sekolah tersebut juga melihat penggunaan PID sebagai salah satu solusi pembelajaran berbasis teknologi di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses internet.

Apabila koneksi internet sedang rendah atau tidak tersedia, guru tetap dapat mengoperasikan PID dengan memanfaatkan materi pembelajaran yang telah tersedia melalui hard disk eksternal yang dapat digunakan pada perangkat PID.

Hal ini memungkinkan proses pembelajaran berbasis digital tetap berlangsung meskipun kondisi jaringan internet tidak selalu stabil.

“Kami optimistis guru-guru dapat mengikuti Bimtek penggunaan PID sehingga perangkat ini benar-benar bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran. Kondisi internet yang rendah tidak harus menjadi hambatan, karena materi yang sudah disiapkan dapat digunakan secara offline melalui hard disk eksternal yang tersedia untuk mendukung penggunaan PID,” ujar perwakilan sekolah.

Heri Apriyadi menegaskan kembali komitmen Kadisdik OKI, M. Refly, agar seluruh pemangku kepentingan di satuan pendidikan dapat menjaga, merawat, dan memanfaatkan perangkat PID secara bertanggung jawab.

Melalui penguatan pemanfaatan Papan Interaktif Digital ini, Dinas Pendidikan OKI optimistis kualitas pembelajaran di jenjang SMP semakin dinamis, interaktif, dan menyenangkan. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan turut mendukung lahirnya generasi peserta didik Kabupaten OKI yang unggul, terampil, dan siap menghadapi perkembangan era digital. (*)

By Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *