OKI, Pelopor Sumatera.com – Sebanyak 41 anak asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), berhasil mendapatkan Beasiswa Pendidikan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) Tahun 2026.
Program beasiswa tersebut menjadi peluang bagi anak-anak dari keluarga yang berkaitan dengan sektor perkebunan kelapa sawit untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa terbebani biaya pendidikan.
Salah satunya dirasakan Deach Putri Ramadhani, anak dari Desa Gajah Mukti, Kecamatan Sungai Menang, OKI.
Deach sempat ragu melanjutkan kuliah karena kondisi ekonomi keluarganya. Namun, kesempatan mendapatkan beasiswa sawit 2026 membuat rencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi kembali terbuka.
“Awalnya saya ragu untuk kuliah karena kondisi orang tua. Setelah mendapat kesempatan beasiswa ini, saya sangat bersyukur dan ingin memanfaatkannya dengan sungguh-sungguh,” ujar Deach.
36 Penerima Sudah Berangkat Kuliah
Dari total 41 penerima beasiswa asal OKI, sebanyak 36 orang telah berangkat ke perguruan tinggi masing-masing.
Sementara itu, lima penerima lainnya masih mengikuti pembekalan dan dijadwalkan berangkat pada 26-27 September 2026.
Wakil Bupati OKI, Supriyant meminta para penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus mempersiapkan masa depan.
“Manfaatkan kesempatan emas ini sebaik-baiknya. Belajarlah dengan serius, jaga nama baik daerah, dan jadilah duta OKI yang membanggakan,” kata Supriyanto.
Menurutnya, pendidikan yang ditempuh para penerima beasiswa diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Setelah menyelesaikan pendidikan, para penerima diharapkan membawa ilmu dan pengalaman untuk berkontribusi bagi daerah.
Mereka juga diharapkan dapat menjadi agen perubahan sekaligus pelopor dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.
96 Orang Mendaftar Beasiswa Sawit di OKI
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan OKI, Ir H A Oktariansyah Pratama mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit.
Program Beasiswa SDMPKS 2026 diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan 43 perguruan tinggi di Indonesia.
Di Kabupaten OKI, tercatat 96 orang mendaftar program beasiswa tersebut.
Setelah melalui proses verifikasi, sebanyak 74 orang mengikuti seleksi lanjutan. Dari jumlah tersebut, 43 orang dinyatakan lulus sebagai penerima beasiswa.
Namun, dua orang kemudian mengundurkan diri sehingga jumlah penerima yang melanjutkan pendidikan menjadi 41 orang.
Program Beasiswa SDMPKS menyasar sejumlah kelompok yang berkaitan dengan sektor perkebunan kelapa sawit.
Di antaranya, Pekebun kelapa sawit, keluarga atau anak pekebun. karyawan dan anak karyawan kebun, pekerja usaha perkebunan, pengurus kelembagaan dan asosiasi pekebun, ASN bidang perkelapasawitan. Serta penyuluh di wilayah perkebunan kelapa sawit.
Dengan sasaran tersebut, program beasiswa tidak hanya diarahkan untuk membantu akses pendidikan, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di sektor perkebunan kelapa sawit.
Secara nasional, Program Beasiswa SDMPKS 2026 menyediakan kuota bagi 5.000 penerima.
Penerima tidak hanya mendapatkan biaya pendidikan penuh. Mereka juga memperoleh sejumlah dukungan selama menjalani pendidikan.
Fasilitas yang diberikan antara lain uang saku dan buku, sertifikat kompetensi, transportasi pulang-pergi, kesempatan magang di perkebunan atau industri kelapa sawit, serta biaya wisuda.
Oktariansyah mengatakan dukungan tersebut diharapkan memberikan ruang bagi penerima beasiswa untuk lebih fokus membangun kompetensi dan pengalaman.
Pemkab OKI juga berharap para penerima beasiswa dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan pada akhirnya memberikan kontribusi bagi pengembangan sektor perkebunan serta pembangunan daerah.
“Ilmu yang diperoleh selama pendidikan akan menjadi bekal penting untuk berkiprah dan memberikan manfaat di tengah masyarakat,” katanya.
Program beasiswa ini sekaligus menjadi investasi sumber daya manusia bagi daerah yang memiliki sektor perkebunan kelapa sawit.
Bagi 41 anak OKI yang mendapatkan kesempatan tersebut, beasiswa bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Kesempatan itu menjadi pintu untuk memperoleh pendidikan, pengalaman, kompetensi, dan bekal memasuki dunia kerja. (*)
Penulis : Tabroni/ Real
Editor : Syakbanudin
