OKI, Pelopor Sumatera.com — Semangat masyarakat membangun masjid harus diiringi dengan komitmen untuk memakmurkannya. Pesan ini disampaikan Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Muchendi Mahzareki saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Baitul Muttaqin di Desa Gading Raja, Kecamatan Pedamaran Timur, Kamis (4/6/2026).
Menurut Muchendi, masjid bukan hanya sekadar bangunan fisik yang megah, tetapi harus menjadi pusat ibadah, pendidikan umat, serta aktivitas sosial keagamaan masyarakat.
“Semangat membangun masjid harus sejalan dengan semangat memakmurkannya. Setelah berdiri nanti, masjid harus hidup dengan salat berjamaah, pengajian, kegiatan keagamaan, dan pembinaan umat,” tegas Muchendi di hadapan masyarakat.
Ia menilai pembangunan rumah ibadah yang dilakukan secara gotong royong merupakan wujud kebersamaan masyarakat yang patut diapresiasi. Namun, keberhasilan sebuah masjid tidak cukup diukur dari kemegahan bangunan, melainkan dari ramainya jamaah dan aktivitas keagamaan di dalamnya.
“Banyak rumah Allah di OKI berdiri karena semangat kebersamaan warga. Membangun masjid membutuhkan keyakinan, keikhlasan, dan gotong royong. Manfaatnya juga akan kembali kepada masyarakat,” ujarnya.
Dorong Perusahaan Ikut Bantu Pembangunan Masjid
Dalam kesempatan itu, Muchendi juga mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Pedamaran Timur untuk ikut berpartisipasi membantu percepatan pembangunan Masjid Baitul Muttaqin.
Pemerintah Kabupaten OKI, lanjut dia, akan mencoba menjembatani komunikasi dengan dunia usaha agar pembangunan rumah ibadah tersebut dapat berjalan lebih cepat.
“Kami berharap perusahaan di sekitar wilayah ini ikut ambil bagian. Jika masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha bersatu, pembangunan akan lebih cepat terwujud,” katanya.
Selain menghadiri peletakan batu pertama, Bupati OKI juga menerima aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan di Desa Gading Raja. Ia memastikan pembangunan jalan akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.
Dana Terkumpul Rp300 Juta, Kebutuhan Pembangunan Capai Rp550 Juta
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Baitul Muttaqin, Ahmad Jailani, mengungkapkan pembangunan masjid baru dilakukan karena kapasitas masjid lama sudah tidak mampu lagi menampung jamaah, terutama saat salat Idul Fitri, Idul Adha, hingga kegiatan keagamaan selama bulan Ramadan.
“Sudah tiga tahun kami menghimpun dana dari masyarakat. Alhamdulillah, hari ini pembangunan akhirnya bisa dimulai,” ungkap Ahmad.
Ia menjelaskan, hingga saat ini panitia telah berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp300 juta dari infak masyarakat. Selain bantuan dana, warga dan para dermawan juga turut menyumbangkan material bangunan seperti pasir, semen, hingga besi.
Meski demikian, kebutuhan pembangunan tahap awal mulai dari pondasi hingga berdirinya tiang utama masjid diperkirakan mencapai Rp550 juta, sehingga panitia masih membuka peluang bantuan dari masyarakat, perusahaan, maupun para donatur.
Sementara itu, Kepala Desa Gading Raja, Budiyanto, mengajak masyarakat untuk terus bergotong royong mendukung pembangunan masjid, baik melalui bantuan dana maupun tenaga.
“Partisipasi masyarakat sangat penting agar pembangunan masjid ini bisa cepat selesai dan dimanfaatkan bersama,” katanya.
Pembangunan Masjid Baitul Muttaqin diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan sarana ibadah yang lebih representatif sekaligus menjadi pusat kegiatan keagamaan warga Desa Gading Raja dan sekitarnya. (sbn/real)
