Kayuagung, Pelopor Sumatera.com — Dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), membagikan buku tabungan Bank Sampah Bappeda ASRI kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).
Penyerahan buku tabungan dilakukan langsung oleh Kepala Bappeda OKI, Aidil Azwari, S.P., M.Si., didampingi Ketua Dharma Wanita Bappeda OKI, Anita Aidil, kepada seluruh ASN di lingkungan kantor Bappeda OKI, Kayuagung. Kegiatan ini turut dihadiri oleh pengurus dan anggota Dharma Wanita.
Tidak hanya sebatas penyerahan simbolis, kegiatan ini juga diisi dengan aksi nyata berupa pemilahan sampah anorganik oleh para ASN. Sampah dipilah sesuai jenis yang dapat diterima oleh bank sampah, seperti plastik, kertas, dan bahan lainnya.
Proses pemilahan tersebut didampingi langsung oleh tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) OKI bersama Eva Susanti dan tim, sehingga pemilahan dilakukan secara tepat dan sesuai standar. Selanjutnya, sampah yang telah dipilah ditimbang dan dihitung berdasarkan jenisnya, lalu dicatat ke dalam buku tabungan masing-masing ASN.
Kepala Bappeda OKI, Aidil Azwari, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Bappeda dalam mendukung gerakan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
“Melalui Bank Sampah Bappeda ASRI, kami ingin membangun kebiasaan positif di lingkungan kerja, yaitu memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya. Ini tidak hanya berdampak pada kebersihan kantor, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi pegawai,” ujarnya.
Bank Sampah Bappeda ASRI sendiri merupakan singkatan dari Aksi Sortir Sampah, Reduksi, dan Inisiatif. Program ini selaras dengan Gerakan Nasional Indonesia ASRI serta program Gebrak OKI Lestari yang tengah digalakkan pemerintah daerah.
Adapun mekanisme pengelolaan bank sampah dilakukan dengan cara sampah anorganik yang telah dipilah dikumpulkan, kemudian disetorkan ke Bank Sampah Induk DLH OKI. Nilai dari sampah tersebut dicatat sebagai saldo dalam buku tabungan masing-masing ASN.
Melalui kegiatan ini, Bappeda OKI berharap dapat meningkatkan partisipasi aktif pegawai dalam menjaga kebersihan lingkungan kerja, sekaligus menjadi contoh bagi instansi lain dalam menerapkan budaya peduli lingkungan.
“Langkah ini juga menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten OKI,”paparnya. (sbn)
