Palembang, Pelopor Sumatera.com – Kolaborasi TNI Angkatan Udara (TNI AU), pemerintah daerah, Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), serta dunia usaha memperkuat upaya pemadaman karhutla di Sumatera Selatan (Sumsel).
Sebanyak 12.285 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran melalui operasi darat dan udara. Dalam operasi udara, TNI AU melalui Lanud Sri Mulyono Herlambang mengoperasikan sekitar delapan helikopter untuk patroli dan water bombing. Sementara itu, APP Group turut mengerahkan enam helikopter pemadam kebakaran.
Dukungan armada udara tersebut menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjangkau titik kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat, terutama di kawasan yang jauh dari sumber air.
Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang, Kolonel Pnb Asep Wahyu Wijaya, mengatakan operasi penanggulangan karhutla telah berlangsung sejak ditetapkannya status siaga darurat di Sumsel. Seluruh kegiatan Satgas Udara berada dalam koordinasi Satgas Operasi yang dipimpin Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud.
Menurut Asep, keberadaan helikopter water bombing sangat membantu mempercepat penanganan kebakaran, khususnya di wilayah yang tidak dapat dijangkau oleh tim pemadam di darat.
“Alhamdulillah, keberadaan water bombing di Sumsel cukup, terutama untuk menyirami lahan yang terbakar di lokasi yang jauh di dalam dan tidak bisa ditembus oleh satgas darat. Apalagi jika lokasi kebakaran jauh dari sumber air, penanganannya tentu lebih sulit melalui jalur darat,” ujar Asep.
Enam Helikopter APP Group Perkuat Operasi Udara
Asep mengapresiasi dukungan enam helikopter water bombing dari APP Group yang turut memperkuat armada Satgas Karhutla Sumsel. Helikopter tersebut digunakan untuk membantu pemadaman di sekitar wilayah konsesi perusahaan maupun lokasi lain yang membutuhkan bantuan berdasarkan koordinasi dengan Satgas.
Ia menjelaskan, setiap pengerahan helikopter APP Group selalu dikoordinasikan dan dilaporkan kepada pihak Lanud Sri Mulyono Herlambang agar pergerakan armada dapat dipantau.
“Setiap akan memberangkatkan helikopter water bombing, pihak APP Group selalu berkoordinasi dan melaporkan kepada kami sehingga pergerakannya bisa dimonitor. Bantuan ini sangat membantu karena menambah armada satgas di udara,” katanya.
Operasi water bombing tidak hanya difokuskan pada titik api, tetapi juga dilakukan dengan membasahi kawasan di sekitar kebakaran untuk membantu menghambat penjalaran api. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi risiko kebakaran meluas ke permukiman warga, perkebunan masyarakat, Suaka Margasatwa Padang Sugihan, dan kawasan lain yang berpotensi terdampak.
Pemetaan Sumber Air Jadi Kunci Pemadaman
Selain penambahan armada, Satgas Karhutla Sumsel juga memetakan sumber air untuk mendukung kelancaran operasi udara. Sumber air yang dipetakan meliputi sungai, danau, kanal hingga embung di sejumlah wilayah.
Asep mengatakan, pemetaan tersebut turut dilakukan saat patroli udara bersama Gubernur Sumsel Herman Deru dan Bupati Ogan Komering Ilir. Dalam kegiatan itu, tim menemukan kanal di salah satu areal konsesi APP Group yang berpotensi digunakan sebagai sumber air untuk helikopter water bombing.
“Kita melihat ada parit di antara lahan tanaman yang bisa menjadi sumber air untuk heli water bombing. Kita meminta agar akses pengambilan airnya diperluas untuk memudahkan penggunaan Bambi bucket, dan respons APP Group sangat baik. Dengan demikian, kita bisa menambah sumber air untuk mendukung pemadaman karhutla,” ujarnya.
Ketersediaan sumber air yang memadai dinilai penting untuk mendukung efektivitas operasi udara. Dengan akses pengambilan air yang lebih mudah, helikopter dapat melakukan pengisian air untuk mendukung kegiatan pemadaman sesuai kebutuhan di lapangan.
APP Group Dukung Pemadaman dari Darat hingga Udara
Selain menyediakan armada helikopter, APP Group juga memberikan dukungan sarana dan prasarana untuk operasi pemadaman di darat. Bantuan tersebut meliputi pompa air, Sambunesia, serta sejumlah perlengkapan pemadaman lainnya.
Menurut Asep, dukungan perusahaan telah diberikan sejak awal penanganan karhutla, termasuk untuk wilayah di sekitar konsesi.
“Sejak awal, APP Group telah turut membantu penanganan karhutla, termasuk di wilayah sekitar konsesi. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen pengendalian karhutla hingga radius 5 kilometer dari batas konsesi sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Asep.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat respons pemadaman, terutama ketika kebakaran terjadi di lokasi yang sulit dijangkau oleh personel darat.
Operasi Modifikasi Cuaca Diperkuat hingga September 2026
Upaya pengendalian karhutla di Sumsel juga didukung melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Hingga September 2026, operasi tersebut telah dilaksanakan dalam beberapa tahap dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan ketersediaan awan berdasarkan hasil pemantauan.
Asep menjelaskan, OMC telah dilakukan sejak periode awal musim kemarau dan kembali diintensifkan ketika kondisi awan memungkinkan. Dalam beberapa hari terakhir, operasi tersebut turut mendukung turunnya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah.
Selain operasi udara dan OMC, Satgas juga mengintensifkan patroli darat serta edukasi kepada masyarakat. Tim penyuluh dikerahkan ke sejumlah kabupaten untuk meningkatkan kesadaran warga mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan, termasuk larangan membuka lahan dengan cara membakar.
Kombinasi operasi darat, water bombing, patroli udara, modifikasi cuaca dan edukasi masyarakat menjadi bagian dari strategi penanganan karhutla di Sumsel. Melalui kolaborasi seluruh unsur, respons terhadap titik kebakaran diharapkan semakin cepat dan risiko meluasnya kebakaran dapat ditekan di tengah kondisi musim kering. (real/red)
