OKI, Pelopor Sumatera.com — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) merombak 115 pejabat dalam rangka penataan organisasi dan penguatan kinerja birokrasi. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung Bupati OKI, H. Muchendi, Selasa (3/3/2026), di Kantor Bupati OKI.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi konsolidasi pemerintahan periode 2026–2031 guna mempercepat pelayanan publik, memperkuat sistem merit, dan membangun tim kerja yang solid serta profesional.
Rincian 115 Pejabat yang Dilantik
Dari total 115 pejabat yang dilantik, komposisinya meliputi:
- 1 Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama hasil evaluasi kinerja
- 3 JPT Pratama hasil uji kompetensi
- 108 Pejabat Administrasi (sekretaris, kepala bagian, kepala bidang, lurah, kepala seksi, dan kepala subbagian)
- 3 Pejabat yang beralih dari jabatan administrasi ke jabatan fungsional
Tiga pejabat fungsional tersebut masing-masing diangkat sebagai:
- Asesor SDM Aparatur Ahli Madya pada BKPSDM
- Perencana Ahli Madya pada Bappeda
- Auditor pada Inspektorat Daerah
Kepala BKPSDM OKI, Antonius Leonardo, memastikan seluruh proses rotasi, mutasi, dan promosi telah melalui tahapan sesuai regulasi serta mendapatkan rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Untuk jabatan pimpinan tinggi pratama, mekanisme dilakukan melalui evaluasi kinerja dan uji kompetensi berbasis sistem merit. Pejabat administrasi dilantik untuk mengisi jabatan lowong dan menyesuaikan kebutuhan organisasi,” jelasnya.
Tegaskan Sistem Merit, Bukan Kedekatan Personal
Dalam sambutannya, Bupati Muchendi menegaskan jabatan bukan hadiah, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
“Saya tidak mengenal Saudara satu per satu, sehingga rotasi dan penempatan ini murni berdasarkan penilaian dan kinerja Saudara,” tegasnya.
Ia memastikan tidak ada pejabat yang dinonjobkan dalam perombakan tersebut. Seluruh penataan dilakukan untuk memperkuat soliditas tim kerja pemerintah daerah.
“Saya meramu tim untuk membantu saya dan Wakil Bupati dalam masa jabatan ini. Semua ada tempat. Yang kita bangun adalah tim kerja yang solid,” ujarnya.
Tinggalkan Patronase Politik, Perkuat Manajemen Talenta
Muchendi juga menyinggung pentingnya meninggalkan praktik patronase politik dalam birokrasi. Penempatan jabatan kini ditegaskan berbasis sistem merit, kompetensi, serta manajemen talenta ASN.
Ia mengingatkan seluruh pejabat agar menjaga integritas dan tidak memanipulasi data kinerja.
“Kalau baik, katakan baik. Kalau buruk, katakan buruk. Jangan memanipulasi data untuk terlihat baik,” katanya.
Selain integritas, Bupati OKI menekankan pentingnya inovasi, adaptasi terhadap digitalisasi pemerintahan, serta kepatuhan pada regulasi dan etika pelayanan publik.
Pejabat diminta menjaga rahasia jabatan dan rahasia negara, sekaligus membangun kultur kerja sehat dan produktif melalui kepemimpinan terbuka.
“Silakan berinovasi. Saya akan mendukung setiap gagasan yang memiliki dasar kuat dan tujuan jelas untuk peningkatan pelayanan masyarakat. Bagi ASN yang berkinerja baik, kesempatan promosi terbuka,” pungkasnya. (sbn)
