OKI, Pelopor Sumatera.com – Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendorong pemerintah daerah mengambil langkah ikhtiar lahir dan batin. Pemerintah Kabupaten OKI bersama aparatur dan masyarakat menggelar Shalat Istisqa di Halaman Kantor Bupati OKI, Kamis (6/8/2026).
Shalat Istisqa atau salat meminta hujan tersebut diikuti Wakil Bupati OKI Supriyanto, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), serta masyarakat.
Suasana berlangsung khusyuk. Setelah salat, jamaah melanjutkan dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan untuk mengakhiri kemarau, mengurangi dampak kekeringan, serta menekan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Wakil Bupati OKI Supriyanto mengatakan, Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar batin yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat di tengah kondisi kemarau.
Menurutnya, ikhtiar tersebut berjalan beriringan dengan langkah nyata pemerintah dalam melakukan pencegahan dan penanganan karhutla di berbagai wilayah OKI.
“Melalui Shalat Istisqa ini kita bersama-sama bermunajat memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan di Kabupaten OKI. Semoga doa-doa yang kita panjatkan diijabah, sehingga kemarau segera berakhir dan masyarakat terhindar dari dampak kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan,” ujar Supriyanto.
Ia menegaskan, menghadapi musim kemarau tidak cukup hanya dengan mengandalkan doa. Masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Supriyanto mengajak masyarakat meningkatkan keimanan, memperbanyak istighfar, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Selain berdoa, mari kita bersama-sama menjaga alam dengan tidak membuka lahan menggunakan api. Ikhtiar lahir dan batin harus berjalan beriringan agar musibah dapat kita cegah bersama,” katanya.
Tekan Risiko Karhutla
Kemarau menjadi salah satu kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama pada kawasan yang memiliki vegetasi dan lahan mudah terbakar.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran dalam aktivitas pembukaan maupun pembersihan lahan.
Shalat Istisqa yang digelar Pemkab OKI sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah, ulama, ASN, dan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau.
Pemkab OKI berharap hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan kembali membaik, ketersediaan air masyarakat tetap terjaga, serta potensi karhutla dapat ditekan.
Di sisi lain, masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api selama musim kemarau. (*)
Penulis: Tabroni
Editor: Syakbanudin
