KAYUAGUNG, Pelopor Sumatera.com – Arus lalu lintas di kawasan Jembatan Simpang Ganefo, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sempat mengalami perlambatan pada Selasa (4/8/2026) pagi. Kondisi tersebut dipicu oleh dua kendaraan roda empat yang mengalami gangguan di badan jalan.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, bertepatan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan mobilitas pelajar pada pagi hari.

Berdasarkan laporan petugas di lapangan, kendaraan pertama merupakan Toyota Kijang Innova yang mengalami pecah ban di badan jalan arah Simpang Kotaraya. Sementara kendaraan kedua adalah Mitsubishi Pajero yang mengalami gangguan pada bagian nosel sehingga kendaraan kehilangan tenaga.

Keberadaan dua kendaraan yang mengalami gangguan tersebut sempat membuat arus kendaraan dari kedua arah melambat dan menimbulkan antrean di sekitar jembatan.

Mendapat informasi tersebut, anggota Dinas Perhubungan (Dishub) OKI Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) langsung melakukan pengaturan arus lalu lintas di lokasi. Pengaturan tersebut dipantau langsung oleh Kabid LLAJ Dishub OKI, Alex Sabirin, yang turun ke lapangan bersama personel.

Dalam penanganannya, Dishub OKI juga bersinergi dengan personel Satlantas Polres OKI untuk mengatur kendaraan sekaligus mempercepat proses penanganan terhadap kendaraan yang mengalami gangguan.

Kedua kendaraan yang mengalami gangguan kemudian berhasil dievakuasi ke sisi kanan dan kiri badan jalan sehingga tidak lagi menghalangi jalur utama kendaraan.

Anggota Dishub OKI selanjutnya melakukan pengaturan lalu lintas agar badan jalan dapat segera kembali dibuka dan kendaraan dari kedua arah dapat melintas dengan aman dan tertib.

Kabid LLAJ Dishub OKI, Alex Sabirin, mengatakan kesiapsiagaan petugas tidak hanya dilakukan ketika terjadi kemacetan. Petugas juga secara rutin bersiaga pada sejumlah titik yang berpotensi mengalami kepadatan, terutama pada pagi dan sore hari.

“Bukan hanya ketika terjadi kemacetan kami turun. Setiap pagi dan sore petugas juga bersiaga, terutama saat jam siswa berangkat dan pulang sekolah,” ujar Alex Sabirin.

Menurutnya, peningkatan aktivitas kendaraan pada jam berangkat dan pulang sekolah menjadi salah satu perhatian petugas karena berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas.

Karena itu, petugas melakukan pemantauan dan pengaturan secara langsung di lapangan. Langkah tersebut sekaligus untuk mengantisipasi apabila terjadi kendaraan mogok, kecelakaan, maupun gangguan lain yang dapat menghambat kelancaran arus lalu lintas.

Alex juga mengimbau para pengendara agar selalu memastikan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan, terutama untuk perjalanan pada jam-jam padat.

“Kalau kendaraan mengalami gangguan di jalan, kami mengimbau pengemudi segera mengambil langkah pengamanan dan tidak berhenti sembarangan, terutama di atas jembatan atau titik yang dapat mengganggu arus kendaraan,” katanya.

Ia menambahkan, apabila kendaraan mengalami kerusakan seperti pecah ban atau kehilangan tenaga, pengemudi diharapkan segera berkoordinasi dengan petugas agar kendaraan dapat dipindahkan ke posisi yang tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

Berkat respons cepat petugas Dishub OKI yang bersinergi dengan Satlantas Polres OKI, kedua kendaraan yang mengalami gangguan berhasil diamankan ke sisi jalan. Pengaturan lalu lintas juga dilakukan hingga antrean kendaraan dapat diurai.

Hingga laporan diterima, kondisi arus lalu lintas di Jembatan Simpang Ganefo sudah kembali lancar, aman dan tertib. Kendaraan dari kedua arah dapat kembali melintas dengan normal.

Dishub OKI memastikan pemantauan dan pengaturan lalu lintas akan terus dilakukan, khususnya pada titik-titik rawan kepadatan pada pagi dan sore hari guna memberikan rasa aman serta menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah OKI. (*)

Penulis : Syakbanudin

By Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *