OKI, Pelopor Sumatera.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memperkuat pengawasan dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik rawan kepadatan. Petugas secara aktif turun ke lapangan, terutama pada jam sibuk ketika pelajar berangkat dan pulang sekolah.

Pengaturan lalu lintas dilakukan pada pagi dan sore hari. Langkah ini dinilai penting mengingat peningkatan volume kendaraan pada jam sekolah kerap memicu perlambatan arus, terutama di kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan sekolah.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub OKI, Alex Sabirin, mengatakan pengaturan lalu lintas merupakan bagian dari pelayanan Dishub kepada masyarakat.

“Pada pagi hari kita melakukan pengaturan saat siswa berangkat sekolah, kemudian sore hari saat siswa pulang. Ketika terjadi kemacetan, petugas juga langsung turun untuk melakukan pengaturan dan mengurai arus lalu lintas,” kata Alex.

Menurut Alex, keberadaan petugas di lapangan bukan hanya untuk mengatur kendaraan, tetapi juga memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman dan tertib.

Terlebih pada jam masuk dan pulang sekolah, pergerakan kendaraan meningkat akibat aktivitas antar-jemput siswa. Kendaraan yang berhenti di bahu atau badan jalan juga berpotensi mempersempit ruang gerak kendaraan dan memicu antrean.

Karena itu, petugas Dishub melakukan pengaturan secara situasional dengan menyesuaikan kondisi arus kendaraan di lapangan.

Respons Cepat Saat Kemacetan

Dishub OKI juga memastikan personel siap diterjunkan ketika terjadi kemacetan di sejumlah ruas jalan.

Menurut Alex, penanganan kemacetan tidak bisa hanya mengandalkan sistem atau rambu lalu lintas. Kehadiran petugas secara langsung diperlukan ketika kondisi di lapangan membutuhkan intervensi cepat.

“Kalau terjadi kemacetan, kita langsung lakukan pengaturan. Kita lihat situasinya di lapangan dan bagaimana arus kendaraan bisa segera kembali lancar,” ujarnya.

Pengaturan tersebut dilakukan dengan mengarahkan kendaraan, mengurai titik penumpukan, serta mengantisipasi agar antrean kendaraan tidak semakin panjang.

Dishub juga terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait apabila kondisi kemacetan membutuhkan penanganan bersama.

Keselamatan Pelajar Jadi Perhatian

Selain mengejar kelancaran arus kendaraan, pengaturan pada jam sekolah juga berkaitan erat dengan keselamatan pelajar.

Aktivitas kendaraan antar-jemput siswa yang meningkat pada waktu tertentu membuat kawasan sekolah menjadi salah satu titik yang membutuhkan perhatian lebih.

Dishub mengimbau orang tua maupun pengendara untuk tidak berhenti sembarangan, terutama di badan jalan dan titik yang dapat menghambat arus lalu lintas.

Masyarakat juga diminta mematuhi arahan petugas ketika dilakukan pengaturan di lapangan.

“Intinya kita ingin lalu lintas tetap lancar, tertib dan masyarakat merasa aman. Kami mengimbau pengguna jalan mengikuti arahan petugas dan tetap mengutamakan keselamatan,” kata Alex.

Dishub: Pengaturan Bukan Hanya Saat Macet

Alex menegaskan, kehadiran personel Dishub di lapangan bukan semata-mata dilakukan setelah kemacetan terjadi. Pengaturan juga dilakukan sebagai langkah antisipasi pada waktu dan lokasi yang memang memiliki potensi kepadatan.

Dengan pola pengaturan tersebut, Dishub OKI berupaya mencegah kepadatan berkembang menjadi kemacetan yang lebih panjang.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memberikan pelayanan publik secara langsung kepada masyarakat.

Dishub OKI memastikan pengaturan lalu lintas akan terus dilakukan secara rutin, terutama pada jam-jam rawan, termasuk saat aktivitas sekolah berlangsung dan ketika terjadi peningkatan volume kendaraan.

Dengan petugas hadir di jalan, Dishub OKI ingin memastikan satu hal: kemacetan tidak dibiarkan berkembang tanpa penanganan, sementara keselamatan pelajar dan pengguna jalan tetap menjadi prioritas. (*)

Penulis/ Editor : Syakbanudin

By Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *