Jejawi, Pelopor Sumatera.com – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah kerja Puskesmas Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), menunjukkan penurunan di tengah kondisi kabut asap.
Data Puskesmas Jejawi mencatat, jumlah kasus ISPA pada September mencapai 111 kasus. Angka tersebut turun menjadi 46 kasus pada Oktober.
Penurunan sekitar 58 persen ini menjadi kabar positif bagi masyarakat di tengah ancaman gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
Pimpinan Puskesmas Jejawi, Yuliana Mustika Fhrameswara, S.Tr.Keb, mengatakan pihaknya terus melakukan langkah pencegahan melalui sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat.
Warga diminta memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas di luar rumah saat kondisi udara berasap, serta menggunakan masker apabila terpaksa beraktivitas di luar ruangan.
“Kami bersyukur dengan berbagai langkah preventif yang dilakukan, kasus ISPA di wilayah kerja Puskesmas Jejawi dan sekitarnya mengalami penurunan,” ujar Yuliana.
Selain melakukan pencegahan penyakit, Puskesmas Jejawi juga mengoptimalkan pelayanan kesehatan dengan menyediakan layanan rawat inap dan unit gawat darurat (UGD) selama 24 jam.
Menurut Yuliana, layanan tersebut disiapkan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan penanganan medis tanpa harus selalu pergi ke fasilitas kesehatan yang lebih jauh.
“Kami menerima masyarakat yang membutuhkan pelayanan rawat inap di Puskesmas Jejawi. Layanan UGD juga tersedia selama 24 jam,” jelasnya.
Puskesmas Jejawi juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami kendala kepesertaan BPJS Kesehatan tidak aktif. Petugas siap membantu proses aktivasi melalui koordinasi lintas sektor sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan adanya layanan rawat inap dan UGD 24 jam, masyarakat diharapkan semakin mudah memperoleh pelayanan kesehatan. Yuliana menyebutkan, masyarakat juga mulai memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mendapatkan pengobatan.
Dari sisi fasilitas, Puskesmas Jejawi telah menyiapkan sarana rawat inap, peralatan medis, tabung oksigen, serta ambulans yang siaga untuk kebutuhan rujukan pasien ke rumah sakit.
Tidak hanya melayani masyarakat di fasilitas kesehatan, petugas Puskesmas Jejawi juga turun langsung membantu penanganan dampak kabut asap di lapangan.
Yuliana mengatakan, pihaknya bersama petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap petugas yang terpapar asap.
Pemeriksaan meliputi tekanan darah serta pemberian tetes mata bagi petugas yang mengalami iritasi atau perih akibat paparan asap. Puskesmas juga membagikan masker untuk membantu melindungi petugas selama menjalankan tugas pemadaman.
“Kami turut turun ke lapangan bersama petugas pemadam karhutla, memeriksa kondisi kesehatan mereka, termasuk tekanan darah, serta menyiapkan tetes mata bagi petugas yang mengalami iritasi akibat asap,” pungkas Yuliana. (*)
Penulis / Editor : Syakbanudin
