OKI, Pelopor Sumatera.com – Di tengah gempuran era digital yang rawan memicu degradasi moral generasi muda, Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Muchendi Mahzareki, memberikan pesan keras yang layak disimak oleh seluruh elemen bangsa. Bagi Muchendi, raihan piala dalam ajang bergengsi sekalipun, tidak akan pernah bisa mengalahkan urgensi pembentukan karakter.
Pernyataan tajam ini disampaikan Muchendi saat secara resmi melepas 90 anggota kafilah Kabupaten OKI yang akan berlaga di Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan XXXI Tahun 2026. Ajang akbar keagamaan ini akan digelar di Kabupaten Lahat, mulai 23 Juni hingga 2 Juli 2026.
Menurut Bupati, MTQ bukan sekadar arena kompetisi untuk memburu gelar juara. Lebih dari itu, ini adalah barometer bagi ketahanan spiritual dan moralitas umat.
“Hari ini kita berkumpul bukan sekadar melepas keberangkatan, tetapi mengantarkan duta-duta terbaik Kabupaten OKI untuk membawa nama baik daerah. Keberhasilan tidak hanya diukur dari gelar juara, tetapi dari semangat, kedisiplinan, dan bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an itu hidup dan tercermin dalam akhlak sehari-hari,” tegas Muchendi di hadapan para kafilah, Senin (22/6/2026).
Prestasi Penting, Akhlak Jauh Lebih Utama
Muchendi menekankan bahwa prestasi di atas panggung MTQ hanyalah bonus. Esensi utama dari tilawah dan syiar Al-Qur’an adalah transformasi akhlak. Ia mengingatkan agar para peserta tidak terjebak pada euforia kemenangan yang justru melupakan substansi dari kitab suci itu sendiri.
“Prestasi itu penting untuk memotivasi dan mengharumkan nama daerah. Tapi ingat, akhlak jauh lebih utama. Jangan sampai kita mahir membaca Al-Qur’an, namun perilaku kita di masyarakat justru bertentangan dengan nilai-nilai yang ada di dalamnya. Jadilah qori dan qoriah yang tidak hanya indah suaranya, tapi juga mulia perilakunya,” pesan Muchendi.
Dukungan Penuh untuk 90 Duta Al-Qur’an
Pelepasan kafilah OKI ini menjadi momentum penting bagi Sumatera Selatan dalam menyongsong MTQ Nasional. Ke-90 peserta yang terdiri dari berbagai cabang seperti Tilawah, Tahfidz, Tafsid, hingga Kaligrafi, telah menjalani karantina dan seleksi ketat.
Pemerintah Kabupaten OKI, lanjut Muchendi, telah memberikan dukungan penuh, mulai dari fasilitas pelatihan hingga beasiswa bagi para juara. Namun, ia kembali mengingatkan bahwa investasi terbesar yang diharapkan dari para peserta adalah lahirnya generasi muda yang tangguh secara spiritual.
“Kami titipkan nama baik OKI di Lahat nanti. Tunjukkan bahwa putra-putri OKI tidak hanya bermental juara, tetapi juga berakhlakul karimah. Bawa pulang piala jika mampu, tapi yang wajib kalian bawa pulang adalah kebanggaan karena telah menjadi cerminan dari ayat-ayat suci Al-Qur’an,” pungkas Muchendi disambut gemuruh takbir dan tepuk tangan para kafilah dan orang tua.
Kontingen OKI akan langsung bertolak ke Kabupaten Lahat untuk mengikuti pembukaan dan rangkaian lomba yang akan bersaing dengan kafilah dari 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan. (sbn/real)

“Menurut Anda, mana yang lebih penting di era sekarang: Prestasi Juara atau Akhlak? Tulis di kolom komentar!”