Kayuagung, Pelopor Sumatera.com – Bayangkan tumpukan sampah di rumahmu setiap hari bisa menghasilkan penghasilan tambahan. Bukan mimpi — itulah yang sedang didorong Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) lewat program nyata yang diluncurkan pekan ini.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten OKI menggelar Seminar Pengelolaan Sampah bertajuk “Sulap Sampah Jadi Cuan” di Ruang Rapat Dinesti Land OKI, Rabu (17/6/2025). Ini bukan sekadar acara seremonial — seminar ini menghadirkan praktik konkret mengubah limbah rumah tangga menjadi sumber pendapatan.
Wakil Bupati: “Sampah Bukan Masalah, Tapi Sumber Daya”
Wakil Bupati OKI Supriyanto membuka seminar dengan pesan yang mengubah cara pandang.
“Kita ingin masyarakat melihat sampah bukan hanya sebagai persoalan yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai dan manfaat ekonomi,”ujarnya.
Ia menegaskan, momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus dijadikan titik balik kesadaran masyarakat — bahwa mengelola sampah dengan benar bukan hanya soal kebersihan, tapi juga soal uang di kantong keluarga.
Supriyanto juga mengajak masyarakat OKI mulai menerapkan tiga langkah sederhana namun berdampak besar kurangi penggunaan plastik sekali pakai. Lalu, pilah sampah sejak dari rumah, sekolah, kantor, dan tempat usaha. Dan dukung bank sampah dan ekonomi sirkular di lingkungan sekitar.
Apa yang Dipelajari di Seminar Ini?
Kepala DLH OKI Muktaqid memastikan seminar ini tidak sekadar teori. Materi yang dibahas langsung bisa dipraktikkan di rumah:
| Materi | Manfaat Langsung |
| 🌿 Pemilahan sampah organik & anorganik | Kurangi volume sampah ke TPA |
| ♻️ Pengolahan sampah jadi kompos | Pupuk gratis untuk kebun |
| 🪲 Budidaya maggot dari limbah organic | Pakan ternak bernilai jual tinggi |
| 🏦 Penguatan bank sampah | Penghasilan tambahan dari sampah kering |
Selain seminar, rangkaian kegiatan diisi dengan aksi bersih-bersih bersama yang didukung sejumlah perusahaan dan pelaku usaha di Kabupaten OKI.
Target 2026: Volume Sampah di TPA Berkurang Drastis
Muktaqid menegaskan kegiatan ini punya target jelas dan terukur:
“Melalui pengelolaan sampah yang lebih baik, kita berharap volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat berkurang, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi, dan capaian pengelolaan lingkungan Kabupaten OKI pada tahun 2026 semakin meningkat,”katanya.
Artinya, gerakan pilah sampah ini bukan program musiman — ini adalah investasi jangka panjang untuk lingkungan sekaligus ekonomi warga OKI.
Mulai dari Rumahmu Sekarang
Kamu tidak perlu menunggu seminar untuk mulai. Berikut langkah pertama yang bisa dilakukan hari ini, siapkan 2 tempat sampah — satu untuk organik (sisa makanan, daun) dan satu untuk anorganik (plastik, kertas, kaleng). Kemudian, hubungi bank sampah terdekat di wilayahmu untuk mulai setor sampah kering. Dan coba buat kompos dari sisa sayur dan buah di dapur.
Perubahan besar dimulai dari satu langkah kecil di rumah masing-masing. (sbn)
Tags: #SampahJadiCuan #DLH_OKI #BankSampah #KelolaSampah #LingkunganHidup #OganKomeringIlir #EkonomiHijau #KomposDiRumah #Maggot
